akibat turunya pendapatan membuat para sopir angkot tidak terima dengan hadirnya angkutan online yang semakin Berjaya.

Seperti tidak ada habisnya, setelah para sopir angkot diberbagai kota besar melakukan aksi sweeping kini giliran dari kubu ojek online yang melalukan aksi di daerah bogor. Ribuan dari pengemudi salah satu perusahaan ojek online mendatangi Balaikota Bogor, mereka agar pemerintah daerah bogor menjamin atas keamanan mereka ketika dijalan.

Seperti yang diketahui banyaknya kejadian penghadangan, pemukulan bahkan hingga kecelakaan yang dilakukan oleh sopir angkot terhadap para pengemudi dari ojek online. Para pengemudi dari ojek online memadati area plaza di Balaikota Bogor. Beberapa diantara mereka memakai atribut lengkap dengan helm dan jaket, dan sebagian lainnya berkumpul juga didaerah jalan Ir. H. Djuanda sekitar beberapa meter berjarak dengan Balaikota Bogor sampai kejaksaan Negeri Bogor.

Zulfahmi merupakan salah satu pengemudi ojek online menjelaskan bahwa kedatangan para pengemudi ojek online ke Balaikota Bogor untuk meminta kepada pemerintahan setempat atas jaminan keamanan mereka. Karena, sweeping terhadap pengemudi ojek online yang dilakukan sopir angkot masih saja terjadi.

Suasana diberbagai ruas jalan kabupaten Bogor disekitar daerah terminal Laladon sampai sore hari masih mencekam. 22/3/2017. Personel dari Polres Bogor dan Polresta Bogor serta TNI Batalyon yang dikerahkan kelapangan untuk mengamankan suasana. Warga sekitar KHR Abdullah bin Nuh pun juga ikut membantu untuk mengarahkan agar pengendara tidak melewati pertigaan terminal Laladon atau juga Sindang Barang.

Daftar konflik antara sopir angkutan umum dengan angkutan online

Bentrok yang terjadi pada selasa 22/3/2017 antara ojek online dengan sopir angkot di Balaikota Bogor bukan kali pertama, sebelumnya pada aksi mogok yang dilakukan sopir angkot 20/3/2017 kemaren juga terjadi bentrok dari kedua belah pihak yang dikarenakan sopir angkot yag menghadang dan menabrak pengemudi ojek online didaerah Yasmin. Tidak hanya kejadian tersebut, rekam daftar konflik dari keduanya sudah berlangsung lama dari beberapa tahun silam.

Diantaranya pada 3 Oktober 2015 di Depok, pada tahun 2015 dimana layanan aplikasi transportasi online togel jitu tengah naik pamor, dan langsung mendapatkan perlawanan dari ojek pangkalan. tahun 2015 merupakan tahun pertama ketegangan antara ojek online dan ojek pangkalan.

Tidak hanya di Depok, di Ibukota juga terjadi bentrok antara keduanya pada 22 Maret 2016, para angkutan umum (sopir angkot dan sopir taksi) kompak turun kejalan melakukan aksi. Bagi mereka adanya taksi online tidak bisa lagi ditolerir, karena turunnya pendapatan mereka. Bentrok kembali terjadi di Depok pada 6 Agustus 2016, dan di Denpasar pada 10 Januari 2017, Yogyakarta 17 Februari 2017 dan 26 Februari 2017, di Medan pada 22 Februari 2017.

Klarifikasi Bima Arya terhadap moratorium ojek online

Kesalahpahaman ini terjadi setelah sopir angkot usai melakukan aksi mogok kemarin, sopir angkot beranggapan kalau telah ada kesepakatan yang menyebutkan pembekuan atau moratorium terhadap ojek online, Inilah yang menjadi biang dari keributan antara ojek online dengan sopir angkot. Bima Arya Sugianto sebagai Walikota Bogor mengklarifikasi mengenai adanya informasi terhadap pembekuan atau juga larangan ojek online di Bogor. Bima Arya menyebutkan bahwa tidak ada larangan. tetapi yang benar, akan ditertibkan atau diatur menunggu kabar keputusan dari pemerintahan pusat.

Bima juga menyebutkan bahwa pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan juga TNI agar memastikan keamanan dari setiap warga Bogor. Pihaknya telah memediasi kedua kelompok dari massa ojek online dan sopir angkot. Yang dihadiri oleh perwakilan dari keduanya. Untuk membicarakan kesepakatan agar jelas.

Bukankah rezeki sudah ada yang mengatur, lantas kenapa harus tidak terima. Jangan sampai ada kekerasan yang menjadi cara dalam mengelola sebuah konflik. Akhirnya sepekatan dari kedua belah pihak untuk berdamai dengan beberapa kesepakatan yang telah disepakati bersama yang disaksikan oleh Dandim 0606, kapolreta dan Organda.