Month: June 2017

Kelanjutan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

sampai saat ini pelaku penyerangan terhadap novel baswedan belum ditangkap ole kepolisian.

Sampai saat ini kelanjutan kasus  penyiraman air keras yang menimpan penyidik senior pemberantasan korupsi (KPK), novel baswedan belum menemui titik terang.  Novel baswedan disiram oleh orang tak dikenal sepulang dari masjid, pada hari selasa 11 april 2017. Untuk proses perawatan, novel baswedan dibawa ke rumah sakit singapura. Sampai saat ini pun, pelaku penyimaram taruhan bola belum ditemukan. Kasus novel baswedan ini masih diselesaikan oleh kepolisian.

Kondisi Terbaru Novel Baswedan

Sudah 52 hari, sejak kejadian yang menimpa novel baswedan. Menurut tim dokter yang menangani novel baswedan, kondisi saat ini sudah lebih baik dan masih melakukan uji pemeriksaan pada matanya. Novel baswedan, melakukan uji pemeriksaan terhadap penglihatan angka huruf dan tekanan pada mata. Masalah inflamasi atau peradangan pada bagian mata kiri novel baswedan sudah membaik. Tapi masih sering muncul rasa nyeri. Hal ini dikarenakan efek membran plasenta yang ditanamkan pada mata kiri novel baswedan.

Kasus ini memang dianggap lambat dalam proses penyelesainya. Walaupun kemarin sempat ditangkap seseorang yang diduga pelaku. Tapi ternyata belum menemukan fakta yang benar. Banyak masyarakat yang menuntut untuk penyelesaian kasus ini secepatnya. Apalagi diduga, ada hubunganya dengan kasus mega korupsi E-ktp yang sedang ramai saat ini. beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit jakarta, novel baswedan dibawa ke rumah sakit singapura untuk melakukan pemasangan membran pada mata kirinya, sampai saat ini masih dibawa pemeriksaan tim dokter di rumah sakit singapura.

Ungkap Kasus Novel Baswedan

Aktivis Kontras (komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan), merasa proses penyelesaian kasus penyerangan air keras yang menimpa novel baswedan dianggap lamban. Seperti ada kejanggalan dalam proses penyelidikannya. Bahkan sampai sekarang pun belum ada satupun pelaku yang tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pihak kontras merasa ada banyak kejangalan yang terjadi pada kasus novel baswedan ini.

Kejanggalan yang pertama, dari pihak kepolisian yang mengatakan tidak menemukan sidik jari sama sekali di bukti cangkir untuk menyiram novel baswedan. Kedua tidak ada bukti cctv sama yang dibuka dari kasus penyiraman air keras ini. kejanggalan ketiga dari orang-orang yang ditangkap tapi dilepaskan begitu saja tanpa ada pemeriksaan yang jelas. Sebelumnya kepolisian pernah menangkap tiga orang. Mereka diperiksa dan tidak ada tindak lanjut lagi.

Polisi juga memberikan keterangan yang tidak jelas kepada media, seperti ada sebuah hal yang ditutupi dan tidak konsisten. Hal ini menjadikan kecurigaan di masyarakat. Siapa sebenarnya dalang menyiraman novel baswedan ini. kepolisian beberapa kali mengatakan kalau sudah mengetahui siapa pelakuknya. Tapi saat ini belum ada satupun pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal sudah hampir 2 bulan dari kejadian.

Dalam proses penyelidikan kepolisian sudah memastikan kalau orang yang ditangkap sebelumnya, memang tidak ada sangkut pautynya dengan kasus ini. apalagi kasus penyiraman terjadi, ketika masyarakat sedang dihebohkan nonton movie dengan kasus korupsi e-ktp yang menjerat beberapa pejabat dan novel baswedan termasuk tim yang sedang menyilidiki kasus tersebut. novel baswedan juga terkenal dengan keahliannya dalam menyelesaikan semua kasus korupsi dengan cepat.

Diharapkan kepolisian segera menyelesaikan kasus penyiraman air yang menimpa novel baswedan dan menangkap pelaku yang sebenarnya. Supaya hal ini tidak akan terjadi lagi dan tidak akan menimpa pada pejabat komisi pembarantasan korupsi (KPK) lainya. Kasus novel baswedan ini harus segera diselesaikan dan masyarakat mengetahui kebenarannya.

{ Comments are closed }

Burung Nasar ‘Gay’ Menjadi Orang Tua Di Kebun Binatang Amsterdam

Sepasang burung Nasar ‘gay’ ternyata mampu merawat telur hingga menetas dan tetap mengasuhnya.Ini karena sifat pembawaan burung Nasar yang keibuan.

Ternyata tidak hanya manusia saja yang menjadi ‘gay’ (penyuka sesama jenis) tetapi juga burung nasar.Seperti yang dikabarkan, pihak kebun binatang Amsterdam, Belanda mengatakan dua burung pemakan bangkai (burung Nasar) jantanyang menjalin hubungan mesra cukup lama, kini telah menjadi orang tua setelah berhasil menetas telur.Anda pasti heran bukan? Simak ulasan taruhan bola berikut;

Menjadi Orang Tua dengan Merawat dan Mengasuh

Petugaskebun binatang memberi kedua pasangan burung nasar yang gay, telur yang ditinggalkan oleh ibunya.Kemudian, mereka asuh di sarang mereka selama dua bulan.Petugas kebun binatang Job van Tol mengatakan kedua ayah itu “pasangan yang sangat intim” dan melakukan pekerjaan merawat dan mengasuh dengan sempurna.

“Kami telah memiliki mereka selama beberapa tahun, mereka selalu membangun sarang bersama, ikatan dan cinta bersama,” katanya.Ia melanjutkan; “Tapi, seperti dua laki-laki, satu hal yang tidak bisa mereka lakukan adalah bertelur.”

Jadi, ketika staf menemukan telur tunggal yang tidak bisa dierami oleh burung pemangsa lain, mereka terlebih dulu merawatnya dalam inkubator, dan kemudian memutuskan untuk menempatkannya di sarang pasangan burung Nasar gay tersebut.”Itu sedikit berisiko karena kami tidak memiliki jaminan kesuksesan, tapi kami pikir, akhirnya, ini adalah kesempatan mereka,” kata Van Tol.

Pihak Amsterdam Royal Zoo mengatakan bahwa orang tua baru sangat protektif terhadap anak mereka yang tumbuh dengan cepat, yang sekarang berusia 20 hari, dan mereka telah memecah makanannya untuk membuatnya mudah dikonsumsi oleh si anak.

“Seperti pada beberapa spesies penguin, burung nasar (pemakan bangkai) melakukan semua hal yang sama, mereka saling mengganti di semua pekerjaan, betina bertelur, tapi kemudian merawat bersama-sama, mereka mencari makan bersama. Si jantan diprogram untuk menjalani tugas perawatan itu,” kata Van Tol.

Penetasa Pertama yang Sukses Setelah Lima Tahun

Ini adalah penetasan pertama di kebun binatang yang sukses dalam lima tahun.Anak burung nasar lainnya juga menetas pada periode yang sama, oleh dua orang tua heteroseksual yang diselamatkan dari kecelakaan lalu lintas di Spanyol.”Kami beruntung memiliki dua cerita yang sangat spesial tahun ini,” kata Van Tol.Kebun binatang itu berharap bisa melepaskan dua burung baru ke alam liar saat mereka lebih dewasa dan mandiri.

Pada bulan April 2016 lalu, ada berita tentang sepasang burung Nasar gay lainnya yang merawat telur yang ditinggalkan di Kebun Binatang Nordhorn di Jerman utara.Sayangnya, telur itu tidak pernah menetas.”Mereka duduk di atasnya di sarang, tapi tidak subur,” kata Dr Heike Weber, kurator dokter hewan dan kebun binatang.”Kami tidak berpikir untuk melakukannya, tapi kami tidak ingin mengambil telur dari mereka untuk memeriksanya.”

Saat penjaga kebun binatang akhirnya turun tangan, burung menjadi agresif.”Mereka melekat pada telur, sungguh,” kata Dr Weber.Ya, burung Nasar bisa memiliki sifat sangat keibuantapi kurang mendapat penghargaan atas peran yang mereka mainkan, menurut Dr Corinne Kendall, seorang ahli burung di North Carolina Zoo di Amerika Serikat.

“Mereka merawat anak-anak mereka dengan sangat baik,” katanya.”Orang Mesir kuno menghormati burung pemakan bangkai itu karena mereka mengasuh anak mereka, mereka dipandang sebagai simbol feminitas.”

Pada sebagian besar spesies burung pemakan bangkai, sulit untuk membedakan jantan dari betina di alam liar, jadi tidak banyak yang tercatat bandar togel tentang homoseksualitas, katanya.”Tapi mengingat kesempatan itu, masuk akal jika dua laki-laki bisa merawat telur,” tambahnya.”Selain meletakkannya, mereka mampu melakukan semua langkah lainnya.”Tambah Dr. Corinne Kendall.

{ Comments are closed }