Spanyol yang masih dilanda krisis konstitusi saat ini masih bergejolak sampai diadakannya pawai atau demonstrasi dari ratusan ribu orang di Barcelona.

Kejaksaan Spanyol resmi mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan gugatan dakwaan kriminalitas untuk Carles Puigdemont, Presiden Wilayah Catalunya, yang mana sudah dicopot dari jabatannya. Kantor kejaksaan Agung sendiri menyatakan bahwa dakwaan atas Presiden Catalunya yang sudah dicopot jabatannya itu dan juga beberapa orang pejabat Catalunya sendiri bisa jadi sudah bakal diajukan pada hari ini, Senin (30/10) pada waktu setempat. Hal ini dilansir togel singapore dari wartawan BBC di Madrid.

Puigdemont sendiri menolak untuk mengakui perintah dari pemerintah pusar yang ada di Madrid yang mana memberhentikan dirinya dari jabatan pemimpin daerah. Di tengah-tengah ketegangan politik ini, Madrid pasalnya sudah menuliskan surat pada aparat polisi yang ada di Catalinya supaya memperlihatkan kesetiaan pada yang disebut sebagai era baru yang ada di wilayah itu. sebelumnya, sudah ada ratusan ribu orang yang meramaikan pawai persatuan Spanyol bertempat di Barcelona, pada hari Minggu (29/10) kemarin, setelah status otonomi Catalunya dicabut oleh karena menyatakan kemerdekaannya.

Masih dalam Krisis Konstitusi

Sejumlah peserta dari pawai yang berlangsung di kota terbesar yang ada di Catalunya tersebut juga menyuaraka agar pemimpin wilayah tersebut, Carles Puigdemont seharusnya dipenjara. Puigdemont sendiri sudah dicopot dari jabatan resminya sejalan dengan pengambilalihan kendali atas beberapa lembaga pemerintah Catlunya oleh pemerintah pusat yang berpusat di Madrid.

Spanyol sendiri sudah dilanda krisis konstitusi sejak adanya referendum yang mana digelar oleh pemerintah daerah pimpinan Puigdemont yang berlangsung pada tanggal 1 Oktober 2017 lalu. hal itu dianggap oleh pemerintah Madrid sebagai pelanggaran hukum yang mana juga sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Spanyol. Pemerintah Catalunya sementara itu mengatakan hasil referendum dengan jumlah partisipasi sebanyak 43% menunjukkan bahwa 90% suara mendukung adanya kemerdekaan Catalunya.

Dan dalam unjuk rasa yang digelar pada hari Minggu kemarin, kepolisian wilayah Catalunya sendiri mengatakan bahwa sedikitnya ada 300.000 orang yang mengikuti pawai yang dilansungkan dari Barcelona itu. sementara pihak pengelola dan juga pemerintah Madrid memperkirakan bahwa pengujuk rasa sendiri mencapai lebih dari 1.000.000 orang.

Suara dari Para Pengunjuk Rasa

Josep Borrel, salah satu politisi Catalunya yang terkenal dan juga pernah menjabat sebagai presiden Parlemen Eropa, mengatakan pada seluru peserta pawai bahwa mantan pemimpin separatis Catlunya memang tak punya hak untuk berbicara atas nama seluruh wilayah. Dan seorang pengunjuk rasa bernama Marina Fernandez (mahasiswa, 19 tahun) mengatakan dirinya tak senang dengan tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah Catalunya. “Saya marah dengan yang sudah mereka lakukan atas negara yang dibangun oleh kakek saya ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pengunjuk rasa yang lainnya, Maria Lopez, menyatakanpada kantor berita lainnya,”Apa yang kita sekarang inginkan? Bahwa mereka semua tak memecah belah kita. Ini sangat memalukan. Kita tak akan mengizinkannya. Mereka sudah tidak punya malu. Tak punya malu, sungguh. Puigdemont seharusnya sudah dibawa ke penjara!”

Dan hari Jumat lalu (27/10), parlemen daerah yang ada di Catalunya menyatakan bahwa kemerdekaan tetapi pemerintah Madrid menanggapinya dengan cara menyatakan bahwa langkah tersebut sudah melanggar hukum. Mariano Rajoy, selaku Perdana Menteri, setelah itu mengumumkan adanya oembubaran parlemen dan juga pemecatan Puigdemont selaku pemimpin Catalunya. Tidak hanya itu, ia juga memerintahkan pemilihan daerah seharusnya digelar Desember nanti. Puigdemont sendiri mendesak ‘oposisi demokratis’ atas pemerintah langsung yang mana dari Madrid yang mana menyatakan bahwa ia tetap bisa dan boleh juga berpartisipasi dalam pemilihan daerah dewa poker itu.