sampai saat ini pelaku penyerangan terhadap novel baswedan belum ditangkap ole kepolisian.

Sampai saat ini kelanjutan kasus  penyiraman air keras yang menimpan penyidik senior pemberantasan korupsi (KPK), novel baswedan belum menemui titik terang.  Novel baswedan disiram oleh orang tak dikenal sepulang dari masjid, pada hari selasa 11 april 2017. Untuk proses perawatan, novel baswedan dibawa ke rumah sakit singapura. Sampai saat ini pun, pelaku penyimaram taruhan bola belum ditemukan. Kasus novel baswedan ini masih diselesaikan oleh kepolisian.

Kondisi Terbaru Novel Baswedan

Sudah 52 hari, sejak kejadian yang menimpa novel baswedan. Menurut tim dokter yang menangani novel baswedan, kondisi saat ini sudah lebih baik dan masih melakukan uji pemeriksaan pada matanya. Novel baswedan, melakukan uji pemeriksaan terhadap penglihatan angka huruf dan tekanan pada mata. Masalah inflamasi atau peradangan pada bagian mata kiri novel baswedan sudah membaik. Tapi masih sering muncul rasa nyeri. Hal ini dikarenakan efek membran plasenta yang ditanamkan pada mata kiri novel baswedan.

Kasus ini memang dianggap lambat dalam proses penyelesainya. Walaupun kemarin sempat ditangkap seseorang yang diduga pelaku. Tapi ternyata belum menemukan fakta yang benar. Banyak masyarakat yang menuntut untuk penyelesaian kasus ini secepatnya. Apalagi diduga, ada hubunganya dengan kasus mega korupsi E-ktp yang sedang ramai saat ini. beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit jakarta, novel baswedan dibawa ke rumah sakit singapura untuk melakukan pemasangan membran pada mata kirinya, sampai saat ini masih dibawa pemeriksaan tim dokter di rumah sakit singapura.

Ungkap Kasus Novel Baswedan

Aktivis Kontras (komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan), merasa proses penyelesaian kasus penyerangan air keras yang menimpa novel baswedan dianggap lamban. Seperti ada kejanggalan dalam proses penyelidikannya. Bahkan sampai sekarang pun belum ada satupun pelaku yang tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pihak kontras merasa ada banyak kejangalan yang terjadi pada kasus novel baswedan ini.

Kejanggalan yang pertama, dari pihak kepolisian yang mengatakan tidak menemukan sidik jari sama sekali di bukti cangkir untuk menyiram novel baswedan. Kedua tidak ada bukti cctv sama yang dibuka dari kasus penyiraman air keras ini. kejanggalan ketiga dari orang-orang yang ditangkap tapi dilepaskan begitu saja tanpa ada pemeriksaan yang jelas. Sebelumnya kepolisian pernah menangkap tiga orang. Mereka diperiksa dan tidak ada tindak lanjut lagi.

Polisi juga memberikan keterangan yang tidak jelas kepada media, seperti ada sebuah hal yang ditutupi dan tidak konsisten. Hal ini menjadikan kecurigaan di masyarakat. Siapa sebenarnya dalang menyiraman novel baswedan ini. kepolisian beberapa kali mengatakan kalau sudah mengetahui siapa pelakuknya. Tapi saat ini belum ada satupun pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal sudah hampir 2 bulan dari kejadian.

Dalam proses penyelidikan kepolisian sudah memastikan kalau orang yang ditangkap sebelumnya, memang tidak ada sangkut pautynya dengan kasus ini. apalagi kasus penyiraman terjadi, ketika masyarakat sedang dihebohkan nonton movie dengan kasus korupsi e-ktp yang menjerat beberapa pejabat dan novel baswedan termasuk tim yang sedang menyilidiki kasus tersebut. novel baswedan juga terkenal dengan keahliannya dalam menyelesaikan semua kasus korupsi dengan cepat.

Diharapkan kepolisian segera menyelesaikan kasus penyiraman air yang menimpa novel baswedan dan menangkap pelaku yang sebenarnya. Supaya hal ini tidak akan terjadi lagi dan tidak akan menimpa pada pejabat komisi pembarantasan korupsi (KPK) lainya. Kasus novel baswedan ini harus segera diselesaikan dan masyarakat mengetahui kebenarannya.